Guru Honorer Ini Lima Bulan Mengabdi tanpa Gaji
Kebiasaan
buruk di Gumi Patut Patuh Patju, Lobar kembali
terulang. Kaitannya dengan pembayaran gaji para guru honorer yang
ditunda selama berbulan-bulan.
“Sudah lima
bulan kami tidak terima gaji,” ujar SI, salah seorang guru honorer tetap daerah
(GTD) di salah satu sekolah di Kecamatan Gerung.
SI dan guru
honorer yang lain mengaku sangat menderita. Tapi, mereka sudah tak tahu harus
bilang apa. Lantaran kondisi ini sudah terjadi hampir setiap tahun.
Para guru
honorer dijanjikan perbaikan sistem untuk pembayaran gaji. Tapi, faktanya
nihil. Gaji selalu mereka terima terlambat empat hingga lima bulan. Padadahal,
dalam kondisi pandemi Korona seperti saat ini, gaji tersebut sangat mereka
butuhkan.
Melihat
situasi ini, Wakil Ketua DPRD Lobar Hj Nurul Adha mengaku heran dengan Pemkab
Lobar. Ia kehabisan kata-kata karena kebiasaan buruk ini terus diulangi.
“Saya
prihatin karena ini terjadi berulang-ulag. Kesalahan berulang-ulang. Kalau
dalam bahasa agama ini adalah kerugian,” sesalnya.
Baca Juga : SMI Resmi Kasih THR ke PNS dengan 13 Kriteria
Ia
menyayangkan Pemkab Lobar tidak pernah berupaya memprioritaskan pembayaran gaji
guru honorer. Padahal, anggaran dari pusat itu sudah masuk sejak awal tahun.
Kalau pun ada realokasi atau refocusing akibat pandemi Korona, itu dilakukan
belum lama ini. Sehingga itu tak lantas bisa dijadikan alasan.
“Jangan
menjadikan kekurangan kita sebagai alasan penundaan pencairan hak guru honorer.
Ini tidak hanya sekarang saja, tahun yang lalu juga seperti ini. Kenapa tidak
dijadikan pelajaran?” cetusnya..
Harusnya
guru honorer bisa menerima haknya. Ketika kondisinya seperti ini, ia merasa ada
yang tidak beres dalam pemerintahan di Gumi Patut Patju. Ia menilai manajemen
dalam pengelolaan keuangan di Pemkab Lobar saat ini tidak baik.
“Memang ada
pergantian pejabat, tapi kalau sistem manajemennya sudah bagus, harusnya tidak
ada masalah,” sesalnya.
Menurutnya,
Pemkab Lobar terkesan membiarkan hak para guru honorer tertahan akibat sistem
yang dibangun tidak baik. “Ini harus diperbaiki!” tegasnya.
Baca Juga : Guru & Orangtua Harus Siap, Jika Skenario Terberatnya Tahun Ajaran Baru Dimulai Januari 2021
Kepala
Dinas Dikbud Lobar H Nasrun dikonfirmasi mengaku pihaknya sudah konsultasi
dengan Bagian Hukum terkait pembayaran ini. Ia mengatakan SK pembayaran belum
ditandatangani bupati. “Saat ini masih sedang berproses, sabar,” ucap pria yang
baru menjabat sebagai Kadis Dikbud Lobar ini.
Pencairan
dikatakannya kemungkinan besar bulan ini. Lantaran pihaknya sudah mengusulkan
agar pembayaran dilakukan secepatnya. Ia mengatakan alasan keterlambatan
pembayaran hingga lima bulan ini akibat guru honorer yang ada di Lobar
berjumlah sekitar 1.400 orang. Dengan masing-masing gaji mereka per bulan
sekitar Rp 500 ribu.
“Bukan
terlambatnya di kami, yang dibuatkan SK itu ribuan dikerjakan dari Januari.
Sementara tenaga kami (di DIkbud) kurang,” ucapnya. Sehingga saat ini SK-nya
sedang diproses. “InsyaAllah sebelum lebaran cair kami usahakan,” tandasnya.
sumber :
jawapos

Belum ada Komentar untuk "Guru Honorer Ini Lima Bulan Mengabdi tanpa Gaji"
Posting Komentar
Silahkan Berkomentar Jika ada link Error...!!