Guru & Orangtua Harus Siap, Jika Skenario Terberatnya Tahun Ajaran Baru Dimulai Januari 2021
Komisioner
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti menyebutkan kendala
yang dialami para guru selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di
tengah wabah covid-19. Salah satunya yaitu kepemilikan teknologi komunikasi dan
akses internet terbatas.
Hal itu
berdasarkan hasil surveri KPAI bersama Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI)
terhadap 602 responden guru. Survei dilakukan untuk mengetahui persepi guru
selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.
"Kendala
dalam PJJ berasal dari keterbatasan kepemilikan media gawai pintar atau laptop
dan keterbatasan akses terhadap internet," ujarnya dalam video conference,
Selasa (28/4).
Selain itu
guru juga dihadapkan pada kendala metode pembelajaran yang digunakan. Guru
masih mengejar ketercapaian kurikulum, padahal dalam Surat Edaran Mendikbud
Nomor.4 Tahun 2020 sudah jelas dikatakan bahwa sekolah tidak harus mengejar
ketuntasan pembelajaran sebab akan menjadi beban siswa dan guru.
Guru juga
masih lebih berorientasi pada kegiatan penilaian pada pelaksanaan PJJ
dibandingkan dengan kegiatan pembelajaran bermakna.
"Boleh
jadi ini terpaksa dilakukan guru akibat kurangnya penguasaan terhadap aplikasi
pembelajaran daring," ujar Retno.
Atas dasar
kendala tersebut, KPAI bersama FSGI kemudian memberikan beberapa rekomendasi
kepada pemerintah. Dalam keterangan resminya, Retno mengatakan perlu pelatihan
guru oleh pemerintah daerah. Nantinya, guru akan dilatih untuk menggunakan dan
memanfaatkan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK).
"Pelatihan
bisa berupa Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), konten pelatihan penggunaan
atau pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK," ucapnya.
Retno juga
menilai perlunya kerja sama dan partisipasi swasta seperti perusahaan media
teknologi, lembaga non pemerintahan seperti LSM, lembaga penyiaran dan pihak
lainnya untuk mendukung program pelatihan guru.
Rekomendasi
lainnya adalah mendorong pemerintah membuat skenario alternatif sebagai langkah
antisipatif jika krisis Covid-19 belum juga reda sampai tahun ajaran peserta
didik baru. Pertama dengan tetap melakukan PJJ namun mengevaluasi
kekurangannya, dan yang kedua dengan menunda waktu tahun ajaran baru.
"Skenario
terberatnya adalah tahun ajaran baru diundur menjadi Januari 2021. Artinya ada
pergeseran yang fundamental terhadap sistem pendidikan nasional. Waktu
'kekosongan' pembelajaran 6 bulan ke depan bisa diisi dengan kegiatan-kegiatan
edukatif," ujar Retno.
Sebelumnya
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tengah menyiapkan
"Kita
sedang siapkan kalau nanti belajar dari rumah ini bisa terjadi sampai akhir
tahun," tutur Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah
Kemendikbud Muhammad Hamid kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/4).
Secara umum
rencana yang disiapkan adalah jika pembelajaran jarak jauh (PJJ) bakal
berlanjut sampai tahun ajaran baru. Mengacu pada kalender pendidikan, Tahun
Ajaran 2020/2021 mulai pada Juli 2020 sampai Juni 2021, beberapa waktu setelah
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) usai. (mel/pmg)
Sumber :
cnnindonesia
Demikian
berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Kami senantiasa
memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari
berbagai sumber terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi
yang kami sampaikan ini bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Guru & Orangtua Harus Siap, Jika Skenario Terberatnya Tahun Ajaran Baru Dimulai Januari 2021"
Posting Komentar
Silahkan Berkomentar Jika ada link Error...!!